2. Bersyukurlah, tidak banyak orang yang bisa
baca al-Quran
Mensyukuri anugerah Allah adalah sebuah keniscayaan manusia
sebagai hamba Allah. Allah memberikan anugerah kepada hambanya sesuai takaran
takdir yang dibarengi dengan ikhtiar maksimal. Oleh karenanya, kadar karunia
yang Allah berikan kepada hambanya berbeda-beda satu sama lain. Allah berfirman
(QS. An-Nahl:71):
وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي
الرِّزْقِ
Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain
dalam hal rezki,
Rizki itu bisa berupa harta, anak, kesehatan, ilmu dan
persaudaraan. Kalau anda hari ini kemampuan membaca ayat-ayat al-Quran dengan
baik, syukuri itu sebagai bagian dari rizki Allah. Tidak banyak orang yang bisa
membaca al-Quran, hanya orang pilihanlah yang diberi kemampuan itu.
Nabi
bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي
الدِّيْنِ
Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka
dia memeiliki pemahaman dalam agama
Pengalaman saya (penulis) mengajar
matakuliah PAI (pendidikan Agama Islam) di beberapa kampus di kota Malang,
rata-rata 80% dari mereka belum bisa baca al-Quran padahal usia mereka berkisar
18-20 tahun. Belum lagi kemampuan baca al-Quran masyarakat umum non mahasiswa,
tentu lebih banyak lagi. Jika kita tergolong orang yang bisa baca al-Quran, maka
bersyukurlah dengan cara yang lebih produktif. Adakalanya dengan memperbanyak
bacaan al-Quran, meningkatkan pemahaman kandungannya atau meneruskannya ke
jenjang tahfidz (menghafalkan).
Mungkin tidak akan bermanfaat apa-apa,
apabila kemampuan baca al-Quran yang dimiliki itu tidak diamalkan secara
istiqamah. Sebagaimana pisau, ia tidak akan berarti apa-apa bila tidak digunakan
untuk keperluan memotong. Allah memberikan ilmu hakikatnya bukanlah sebagai
tujuan (goal) tapi semata alat (medium) untuk sampai pada tujuan. Sedang tujuan
akhirnya adalah pengamalan serta pengajaran al-Quran itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar