Senin, 17 September 2012

bring Quran everywhere..in ur heart..in ur hand..




Jadikanlah hubunganmu dengan al-Qur’an sebagai hubungan seorang pecinta yang kasmaran…
Hubungan cinta dan ikatan…
Rindu dan kangen..
Rindu membacanya..
Hatimu..mendahului kedua tanganmu
Mulutmu..mendahului kedua matamu
Hingga Anda sampai –dengan izin Allah- kepada tujuanmu...


Allahummarhamna bilQur'an..





Selasa, 04 September 2012

21 Vitamin untuk Meningkatkan Stamina dalam Menghafal al-Quran #3

3. Betapa banyak orang yang merindukan untuk menjadi penghafal al-Quran

Saya banyak berkenalan dengan tokoh-tokoh Islam, akademisi yang ada di kota Malang. Mereka sekarang sudah jadi orang hebat, dihormati, memiliki penghasilan tinggi. Di antara mereka ada yang bercerita pada saya: ”mas, saya sampai sekarang ini masih mendambakan untuk bisa hafal Al-Quran, tapi pada usia setua ini apa masih bisa? Bahkan, salah seorang dosen saya di S3 UIN Maliki Malang, dengan usia di atas 50 tahun, mengatakan: “saya sekarang menghafalkan al-Quran, berapapun dapatnya tidak masalah, sebab Allah menghargai proses bukan hasil. Cita-cita saya sebelum meninnggal, kalau bisa semua ayat al-Quran sudah pernah dihafal agar memori otak yang Allah ciptakan ini pernah terisi dengan file-file al-Quran.” Bukankah otak atau hati yang berisi al-Quran tidak akan disiksa oleh Allah? Sebagaimana sabda Rasulullah:

عن أبي أمامة : إنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ اِقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ هَذِهِ الْمَصَاحِفَ الْمُعَلَّقَةَ فَإِنَّ اللهَ لَنْ يُعَذِّبَ قَلْبًا وَعَى الْقُرْآنَ (رواه الدارمي)

Bacalah al-Quran, jangan sekali engkau tertipu dengan mushaf yang tergantung ini, karena Allah tidak akan menyiksa hati yang berisi al-Quran (HR. Ad-Darimi)

Demikian juga salah seorang pembantu rektor di Universitas Negeri Malang, secara implisit bertanya hal yang hampir sama pada saya, yaitu tentang tata cara menghafal dan menjaga al-Quran di usia dewasa. Dua tahun yang lalu, saya mengikuti acara khataman di rumah P. Asrukin (pegawai Perpustakaan UM), di sana bertemu orang “sepuh” dari Kepanjen Malang yang sedang menghafal al-Quran sejak usia 55 tahun, waktu itu baru bisa menghafal 25 juz. Di Pesantren Darul Quran Singosari Malang, juga pernah kedatangan santriwati berusia 50-an tahun dari daerah Tanggul kota Jember. Teman saya, seorang ibu dua anak masih menyempatkan diri setoran hafalan al-Quran seminggu sekali di Pesantren Nurul Ulum Kebonagung Malang. Mungkin mereka yang merindukan menjadi penghafal al-Quran tersebut sudah pernah mencoba tapi gagal, atau mungkin karena kesibukannya tidak sempat menghafal. Jadi, kalau hari ini Anda menghafal, berarti Anda telah melakukan sesuatu yang banyak dirindukan orang lain. Kalau mereka baru bermimpi, Anda sudah melakukannya, berbahagialah!

21 Vitamin untuk Meningkatkan Stamina dalam Menghafal al-Quran #2

2. Bersyukurlah, tidak banyak orang yang bisa baca al-Quran

Mensyukuri anugerah Allah adalah sebuah keniscayaan manusia sebagai hamba Allah. Allah memberikan anugerah kepada hambanya sesuai takaran takdir yang dibarengi dengan ikhtiar maksimal. Oleh karenanya, kadar karunia yang Allah berikan kepada hambanya berbeda-beda satu sama lain. Allah berfirman (QS. An-Nahl:71):

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ

Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki,

Rizki itu bisa berupa harta, anak, kesehatan, ilmu dan persaudaraan. Kalau anda hari ini kemampuan membaca ayat-ayat al-Quran dengan baik, syukuri itu sebagai bagian dari rizki Allah. Tidak banyak orang yang bisa membaca al-Quran, hanya orang pilihanlah yang diberi kemampuan itu.

Nabi bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka dia memeiliki pemahaman dalam agama

Pengalaman saya (penulis) mengajar matakuliah PAI (pendidikan Agama Islam) di beberapa kampus di kota Malang, rata-rata 80% dari mereka belum bisa baca al-Quran padahal usia mereka berkisar 18-20 tahun. Belum lagi kemampuan baca al-Quran masyarakat umum non mahasiswa, tentu lebih banyak lagi. Jika kita tergolong orang yang bisa baca al-Quran, maka bersyukurlah dengan cara yang lebih produktif. Adakalanya dengan memperbanyak bacaan al-Quran, meningkatkan pemahaman kandungannya atau meneruskannya ke jenjang tahfidz (menghafalkan).

Mungkin tidak akan bermanfaat apa-apa, apabila kemampuan baca al-Quran yang dimiliki itu tidak diamalkan secara istiqamah. Sebagaimana pisau, ia tidak akan berarti apa-apa bila tidak digunakan untuk keperluan memotong. Allah memberikan ilmu hakikatnya bukanlah sebagai tujuan (goal) tapi semata alat (medium) untuk sampai pada tujuan. Sedang tujuan akhirnya adalah pengamalan serta pengajaran al-Quran itu sendiri.

21 Vitamin untuk Meningkatkan Stamina dalam Menghafal al-Quran #1


Oleh. Syafaat, M.Ag

Belajar dan menghafal al-Quran selama ini identik dengan aktifitas para santri yang sedang bergelut dengan pelajaran ilmu-ilmu keislaman di pondok pesantren, sementara para pelajar dan mahasiswa lebih sering dikaitkan dengan aktifitas belajar ilmu-ilmu umum dan teknologi modern. Mungkin terbilang langka mahasiswa hafal al-Quran ataupun dosen hafal al-Quran. Padahal kalau mau berkaca pada sejarah ilmuan-ilmuan muslim yang fenomenal dalam bidang filsafat dan sains pada abad pertengahan Islam, kita pasti akan mendapatkan segudang contoh orang-orang yang mumpuni di bidangnya, dan mereka rata-rata hafal dan menguasai al-Quran. Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, al-Ghazali, Ar-Razi dll, mereka adalah sosok ilmuan yang komplit, rumus-rumus fisika, kimia, astronomi dikuasai, tafsir, hadis, fiqh juga dipahami secara mendalam.

Apa rahasianya? Ternyata memang saat itu ada tradisi yang kuat bahwa hafal dan faham al-Quran itu merupakan “harga mati” (tidak boleh ditawar) sebelum mereka beranjak untuk mempelajari ilmu-ilmu lainnya. Hal ini tercermin dalam tulisan Imam An-Nawawi dalam kitabnya “Al-Majmu”:

وَيَنْبَغِىْ أَنْ يَبْدَأ مِنْ دُرُوْسِهِ عَلَى المَشَايِخِ: وَفِي الحِفْظِ وَالتِّكْرَارِ وَالمُطَالَعَةِ بِالْأَهَمِّ فَالْأهَمُّ: وَأوَّلُ مَا يَبْتَدِئُ بِهِ حِفْظُ الْقُرْآنِ الْعَزِيْزِ فَهُوَ أَهَمُّ العُلُوْمِ وَكَانَ السَّلَفُ لاَ يَعْلَمُوْنَ الْحَدِيْثَ وَالفِقْهَ إلاَّ لِمَنْ حَفِظَ الْقُرْآنَ

“ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran, karena ia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. “ Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66



Dan menurut pengamatan penulis, sejumlah mahasiswa yang menghafal al-Quran ataupun yang telah hafal, memiliki tingkat kecerdasan dan kreatifitas lebih dibanding lainnya. Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Bapak Prof. Dr. Imam Suprayogo, dalam acara wisuda 2008 pernah menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir peraih predikat mahasiswa terbaik selalu diraih oleh mahasiswa yang hafal al-Quran. Hal yang sama juga dibuktikan oleh keluarga Bapak Mutammimul Ula. Kesepuluh putra putrinya yang sedang menghafal al-Quran itu rata-rata menjadi pelajar dan mahasiswa terbaik di sekolah mereka masing-masing.

Oleh karena itu tidak heran bila ada testimoni yang mengejutkan dari Dr. Abdul Daim al-Kaheel dari Kuwait. Beliau menulis dalam Artikel yang berjudul: Asrar al-Ilaj bi istima’ ila al-Quran dalam situs pribadinya: www.kaheel7.com, sebagai berikut:

وَيُمْكِنُنِيْ أنْ أُخْبِرَكَ عَزِيْزِيْ القَارِئُ أنَّ الْاِسْتِمَاعَ إلىَ الْقُرْآنِ بِشَكْلٍ مُسْتَمِرٍّ يُؤَدِّيْ إلىَ زِيَادَةِ قُدْرَةِ الْإِنْسَانِ عَلَى الْإِبْدَاعِ، وَهَذَا مَا حَدَثَ مَعِيَ، فَقَبْلَ حِفْظِ الْقُرْآنِ أَذْكُرُ أنَّنِيْ كُنْتُ لاَ أُجِيْدُ كِتَابَةَ جُمْلَةٍ بِشَكْلٍ صَحِيْحٍ، بَيْنَمَا الآنَ أقُوْمُ بِكِتَابَةِ بَحْثٍ عِلْمِيٍ خِلاَلَ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ فَقَطْ

Bisa saya informasikan pada para pembaca yang terhormat bahwa mendengarkan ayat al-Quran secara kontinyu akan menambah kemampuan berinovasi, sebagaimana yang terjadi pada diri saya. Sebelum hafal al-Quran, saya masih ingat, saya kesulitan menulis satu kalimat dengan baik dan benar, sementara sekarang saya mampu menulis karya ilmiah hanya dalam kurun waktu satu sampai dua hari saja.



Untuk itu, kehadiran artikel ini dirasa penting untuk memotivasi dan mengarahkan mahasiwa yang belum atau sedang menghafalkan al-Quran agar mereka bergairah untuk menghafal dan harapannya, mereka kelak menjadi generasi Islam yang unggul dan mumpuni, sebagai “reinkarnasi” dari Al-Ghazali, Ar-Razi, Ibnu Miskawaih dll. Salah satu tahapan utama dan pertama adalah menjadikan para mahasiswa muslim mau menghafal dan memahami al-Quran.

Berikut ini motivasi dan alasan-alasan ringan, realistis, praktis, tentang mengapa al-Quran itu penting untuk dihafal oleh mahasiswa.

1. Otak, semangat, dan kesempatan Anda sekarang berada di masa keemasan

Kalau Anda seorang mahasiswa, pasti usia Anda masih dalam kisaran 18-24 tahun. Usia tersebut masuk dalam kategori usia subur dan produktif (golden age) dalam mencari ilmu, termasuk menghafal. Terkait ini dengan usia ini, Syekh Alwi al-Haddad –dalam bukunya “Sabilul Iddikar” (matan kitab An-Nashoih ad-diniyyah) mengatakan:

وَأعْجَزَهُ الْفَخَارُ فَلاَ فَخَارَ
إذَا بَلَغَ الْفَتَى عِشْرِيْنَ عَاماً
فَلا سُدْتَ ماَ عِشْتَ مِنْ بَعْدِهِنَّهْ
إذَا لَمْ تَسُدْ في لَيَالي الشَّبَابْ

Ketika usia remaja menginjak 20 tahun dan tidak memiliki kebanggaan, maka tidak akan muncul kebanggaan lagi

Ketika engkau tidak mampu menguasai masa remaja, maka engkau tidak bisa menguasainya setelah itu selama hidupnya.

Dengan kata lain, ”hari ini” bagi seorang remaja adalah miniatur kesuksesan di masa yang akan datang. Bila ”hari ini” dalam diri seorang remaja telah tumbuh benih-benih kompetensi, integritas, kepemimpinan, etos kerja tinggi, kemungkinan besar 10 tahun atau 15 tahun yang akan datang, sudah menjadi orang sukses sesuai dengan yang dia kerjakan sekarang.

#barublajar ttg pertolongan Allah sungguh dekat..

kejadian itu..bener2 nempel di kepala..gmana deg2annya pun masih kebayang.
gimana nggak, ribuan orang duduk bergerbong gerbong..dan itu nungguin kami, mereka si ga tau, kenapa telat, mgkin orang2 itu juga ga terlalu ngeh kalau keretanya telat berangkat.
tapi, kami, 3 bocah kemarin sore, membuat keberangkatan kereta jurusan semarang jakarta terlambat berangkat beberapa puluh menit..

memang itu krn dudulnya kami, dan murni kesalahan kami, iya betul, kami, 3 tiga bocah kemarin sore, yang gatau cara balik nama tiket, yang gatau kalau paling lambat balik nama adalah tigapuluh menit sebelum keberangkatan, dan kami, yg awalnya berempat, tiba di muka mba2 penjaga loket enam, tepat tigapuluh menit lebih beberapa menit,,alhasil yg berhasill dibalik nama hanya 1 tiket. dan yg lain? berhasil membuat hati kami kebat-kebit karena mbanya berkalikali nolak kami mentah-mentah

dengan logat jawa kental, mba2 cantik berkacamata, berkuncir kuda, dg rok selutut warna krem, berkali2 bilang,
"ndak bisa mba, ini ndak bisa diproses",
"ayolah mba, kami besok kerja mba",
"ndak bisa ini mba, mas, maaf",
"ayolah mba, tadi itu kami berempat, yg berhasil cuma satu, tadi kami antri soalnya",
"iya, berarti ndak bisa mba, ini ndak bisa"

hadeeuh, mba nya mengeluarkan kata2 yg membuat sy galau,
masak harus pulang bsk?
masak bsk harus ga masuk?
masak naik bis? gimana dong..puyeng, akhirnya mba2 kacamata itu tadi disarankan oleh ibuk2 pengecek kecocokan nama di tiket dan nama di ktp,
"ya udah sana mba, coba tanya pak joko" (pak joko stby di loket)
"ndak bisa bu, kata pak joko ndak bisa..tuh mba, sdh nda bisa, tadi juga ada yg balik nama, sdh ndak bisa, trus juga ndak jadi"
"trus gmana ya mba, besok kami harus masuk kerja..mohon kebijaksanaannya mba..", tambahku
"sdh nda bisa mba.."
"mba, coba ke pak ruslan sana mba", ibuk2 itu nambahin lagi
mba2 tadi pergi lagi uncluk2 ke pak ruslan a.k.a kepala stasiun
mba2 itu kembali, "sdh ndak bisa mba, maaf.."
ah..kamipun lemes..

ya Allah.astghfirullah... bagaimana ini..astaghfirullah..
tiba2 terbersit, "mba, sy boleh mghadap atasan mba?"
''buk, mba ini mau mghadap pak ruslan, bgmna?"
"yaudah, satu orang" perintah ibu2 itu
"ayo mba ikut saya"..aku ikuti mba itu mghadap pak ruslan..


saat itu..suasana luar rame..suasana pintu masuk sepiiiii..secara semua penumpang sdh duduk manis di kereta., dan suasana hati..mencekam..
ya Allah..astaghfirullah..mudahkan ya Allah..mudahkan..

pak ruslan berdiri gak terlalu jauh dari kereta,,kereta sudah di ning nong ning nong..tanda mau berangkat...
mba2 kacamata tadi mendekat,
"pak, ini, yg tadi, mau mghadap bapak"
"ada apa mba?"tanya pak ruslan,
"begini pak, kami mau balik nama, awalnya kami berempat, sudah antri, ternyata yg bisa hnya satu pak, yg tiga lagi, blum dapat diproses, pdhl hnya beda bberapa detik saja pak,.."
"trus knpa si ini ga jadi berangkat?"
''iya pak, itu teman saya, ndak jadi berangkat karena ngurus pemberkasan, pgmumannya mendadak pak, jadinya temen saya ndak jadi pergi"

pak ruslan menimbang nimbang..
"hmm..ya udah..sana divalidasi sana"
pak ruslan menyerahkan tiket, fotokopi ktp identitas yg tertera di ktp, dan ktp kami bertiga ke mba2 tadi "dah,.sana divalidasi.."
alhamdulillah..ya Allah

mba2 tadi jalan cepet ke kantor, ngetik, balik nama dan validasi tiket kami bertiga..
ngetik satusatu, lengkap, pelan, pake ngetik no.ktp segala..ya Allah..sementara kereta sudah di aba2 mau berangkat..ning nong ning nong..kereta api sdh mau berangkat.. ya Allah..bagaimana ini..

aku yg berdiri di sebelah mbaknya yg sedang ngetik..geregetan juga..degdegan juga..lha ini percuma juga, kalau tiket jadi, tapi kereta udah berangkat...sdh terbayang adegan lari2 ngejar kereta..
mbanya ga slesai slesai ngetiknya..suasana makin mencekam
pandanganku berpindah pindah..kereta..komputer..kerta..komputer..komputer..kereta..
dan mbanya baru nyelesaikan satu tiket..kurang dua tiket lagi..tidaaak..

"mba, kalau diprint dulu gmana mba, nanti nulisnya pake tangan, biar cepet gitu mba.."
tidak ada respon, mbanya asik ngetik..
"mba2, tolong bacain mba"
"wah sini mba..nomer katepe satu tiga kosong..bla bla.."

makin mencekam..kereta dah beberapa detik lagi berangkat..
alhamdulillah..
akhirnya...mba nya selesai lembar validasi diprint, dua kali, ditandatangani, kami, pak ruslan..dicap..disteples..
trus mba nya keluar lagi ke pintu depan..stempel lagi..
kami larilari ngikutin mba nya
"ini mba.." kertas eh tiketpun berpindah
dg terburu"wah mba..makasih..makasih banyak ya mba.."

kami langsung lari..
kami baru sadar..pak ruslan tlah mengomando utk menunda keberangkatan..
sengaja nugguin kami..
waaa...subhanallah..walhamdulillah...inna nashrallahi qoriib...
kamipun lari..ngibrit..ke kereta..
"pak, gerbong empat yg mana ya pak?"tanyaku ke satpam di samping kereta
"udah naik dulu aja..kami nungguin kalian tau.."

hufh..alhamdulillah..
rasanya pengen ngelaminating tiket yg kupegang ini..kupajang..
hehe

akhirnyaa..

penutup:
alhamdulillah ya Allah..
Engkau beri kesempatan pada kami..utk ikut naik kereta pulang ke jakarta..
alhamdulillah ya Allah..
sungguh..Engkau Maha Kuasa atas segalanya..
bahkan mengendalikan alam semesta, jagad raya ini Engkau kuasa..
apalagi hanya menunda keberangkatan beberapa gerbong kereta..
hmm..apalagi hanya membalikkan hatinya..
dari tdk tau apa-apa..jadi cinta..
alhamdulillah..
pertolongan Allah sungguh dekat..dan sangat nyata..


 @bumi Allah