Kamis, 23 Juni 2011

bgmana mengukur kualitas diri..

Ada 4 hal setidaknya yang bisa mengukur kualitas diri ini. Yaitu ;

Pertama ; Kualitas kita dapat dikatakan prima jika kita sudah dapat menikmati berkhalwat dengan Allah. Jika belum atau tidak terasa nikmat itu, maka cukuplah itu menjadi nasehat.

Kedua ; Kualitas prima itu memiliki indikasi ketika kita merasa nikmat melakukan muhasabah. Jika masih jarang, sulit dan memanipulasi kesalahan diri, rasanya itu alasan kuat untuk terus menempa diri di sisa waktu.

Ketiga ; Kualitas diri yang prima memiliki alamat adanya kenikmatan ketika dalam sebuah forum kita dapat menerima kritik dgn lapang dada. Forum itu banyak ragamnya. Ada forum maya dan ada forum nyata. Ada forum dengan skala global dan ada forum lokal. Dan sebagainya.

Keempat, terakhir ; Kualitas prima itu bercirikan adanya keikhlasan bekerja bersama masyarakat. Salah satu tanda adanya kualitas prima itu adalah kesabaran menghadapi gangguan orang lain dalam bekerja untuk kebaikan.

Dan tahukah anda mana yang mendasari dan mana yang merupakan fungsi dari yang lain? Hal keempat adalah hal penting dan tanda pertama sampai ketiga adalah fungsi dari hal keempat.

Kawan, tak perlu kita tergopoh-gopoh menunjukkan kualitas diri. Karena kualitas diri itu nyata bagi mereka yang mengerti soal itu. Kita cuma harus berusaha memperbaiki kualitas diri ini dengan cermat dan sabar..

copast dr f*rum solahudin

Ketika da’wah ini sdh meluas, maka antum berhati-hatilah,…

Ust Hilmi Hafidzohulloh berkata +/- :

Ketika da’wah ini sdh meluas, maka antum berhati-hatilah,…

Ikhwan yang terheran balik bertanya kpd beliau : “Kenapa ya Ust? Da’wah yang sudah meluas kenapa malah kita disuruh berhati-hati?”

Karena ketika da’wah ini sudah meluas, pengawasan-pengawasan dari qiyadah sudah mulai berkurang karena kesibukan dan tenaga yang terbatas. Saat itulah dituntut untuk pengawasan dari diri sendiri.
Dan pada saat itu akan terlihat, mana juru da’wah yang kuat dari jama’ah ini. Yang tetap konsisten dalam da’wahnya.
Yang bisa menjaga diri dari bermaksiyat kpd-NYA.Yang bisa tidak kembali kepada masa-masa sebelum berda'wah.
Karena saat itu akan banyak kader-kader yang kumat, yang dulu biasanya perokok, mgkn nanti akan kumat merokok lagi, yang dulu playboy, mgkn nanti akan kembali menjadi playboy, dan lain sebagainya.

Comment : Inilah mgkn yang sedang dirasakan dari jama’ah da'wah saat ini. Tuntutan terhadap kita selaku kader da’wah adalah dengan memperketat pengawasan diri kita dari perkara-perkara yang hanya kita dan Alloh saja yang tahu. Karena pada saat spt itu, ketika kita menganggap orang lain tidak tahu apa yg kita lakukan, maka akan kita ketahui seberapa tangguhnya kita untuk tidak bermaksiyat kepada-NYA. 

Sebenarnya memang lebih nyaman jika dakwah terus dibatasi ruang geraknya hanya pada mereka yang berpendidikan, cerdas, bersemangat dalam beragama, dan lingkungan yang menjunjung obyektifitas. Tapi tidak. Dakwah ini sudah digerakkan sehingga merambah wilayah lain dan meninggalkan zona nyamannya. Hari ini, gerakan dakwah juga ada di lingkungan yang mungkin tidak lebih nyaman dari lingkungannya yang dahulu.

Maka mulailah muncul perbedaan -yang sebenarnya biasa saja- berubah seakan menjadi hal yang luar biasa. Maka muncullah ketegangan yang sebenarnya tak istimewa. Ketegangan yang normal terjadi di setiap fase kemudian berubah menjadi ketegangan yang menghiasi media. Ketegangan biasapun menjadi riuh rendah.

Memang membangun tandhim bukanlah pekerjaan sederhana. Ada banyak hal yang dapat menggagalkannya. Faktanya, beberapa orang yang dahulu bersama-sama di jalan dakwah, sekarang tidak lagi bersama-sama. Ada banyak alasan untuk itu. Ada yang terpisah karena soal harta, ada soal politik, ada soal popularitas, ada yang berpisah karena kepemimpinan, dan ada banyak hal lainnya.
(copast dr For*m Sholah***in) 

Senin, 13 Juni 2011

barublajar_ttg Sahabat Perjuangan

Sahabat Perjuangan



Pertemuan kita kali ini 
Bukan sekedar kawan lama tak jumpa
Tapi kita bertemu ada satu makna 
Kita punya satu perjuangan

Andai ada kasih antara kita 
Kita kembalikan kepada Yang Esa D 
Agar ia suci tulus dan ikhlas 
Semoga Allah memberkati 

Sambutlah tangan sahabat saudaraku 
Bimbinglah ia melangkah bersama 
Satukan hati kita teguhkan ia
Berdiri bersama untuk kebenaran 

Perjuangan itu artinya berkorban 
Berkorban itu artinya terkorban 
Janganlah gentar untuk berjuang 
Demi agama dan bangsa 

Inilah jalan kita 
-tazakka-
subhanallah..entah knapa sy jd melow bgini.. rasanya ga ikhlas ketika harus melepas kepergian saudari saudari ke sluruh pelosok negri.. ya Allah, sungguh ikhlas itu butuh keimanan yg kuat, maka hamba mohonkuatkan iman hamba ya Allah, agar kuat diri ini menatap saudari2 dengan senyuman tanpa ada air mata dan gerimis di hati...

padahal mereka pergi bukan untuk maksiat, seharusnya tidak ada ragu, karena perpisahan itu untuk bertemu kembali.. insyaAllah..insyaAllah..

bagaimana nanti ke depannya ya? bagaimana dia disana, senangkah? apa mereka bahagia? 
begitulah...

tetapi..ikhlas tak ikhlas, apakah akan mengubah keadaan saudari kita? mereka akan tetap pergi meskipun kita tidak ikhlas.. hehe ya iyalah.. 
tapi akan beda hasilnya nanti..ikhlas dan tidak ikhlas...

ya Allah , smoga Engkau senantiasa memberkahi hidup mereka, menunjuki mereka jalan yg benar ..amiin

" Ya Allah, Engkau tahu bahwa hati ini telah berhimpun dalam kecintaan kepada-Mu, telah berjumpa dalam mentaati-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah terjalin dalam membela syariat-Mu. Maka teguhkanlah, Ya Allah, ikatannya; kekalkanlah kasih sayangnya; tunjukilah jalan-jalannya; penuhilah hati itu dengan cahaya-Mu yang tidak pernah sirna; lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya kepasrahan kepada- Mu; hidupkanlah ia dengan bermakrifah kepada-Mu; dan matikanlah ia diatas kesyahidan di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah, kabulkanlah. Dan curahkanlah sholawat, kesejahteraan dan kedamaian kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, serta kepada keluarga dan para sahabat beliau".

Amiiiin..... 


dan ketika nanti kita bertemu ukhti.. smoga kita dalam keadaan yang lebih baik lagi dari keadaan saat kita berpisah..

amiin ya Rabb

ana ukhibukunna fillah... ^^