Ust Hilmi Hafidzohulloh berkata +/- :
Ketika da’wah ini sdh meluas, maka antum berhati-hatilah,…
Ikhwan yang terheran balik bertanya kpd beliau : “Kenapa ya Ust? Da’wah yang sudah meluas kenapa malah kita disuruh berhati-hati?”
Karena ketika da’wah ini sudah meluas, pengawasan-pengawasan dari qiyadah sudah mulai berkurang karena kesibukan dan tenaga yang terbatas. Saat itulah dituntut untuk pengawasan dari diri sendiri.
Dan pada saat itu akan terlihat, mana juru da’wah yang kuat dari jama’ah ini. Yang tetap konsisten dalam da’wahnya.
Yang bisa menjaga diri dari bermaksiyat kpd-NYA.Yang bisa tidak kembali kepada masa-masa sebelum berda'wah.
Karena saat itu akan banyak kader-kader yang kumat, yang dulu biasanya perokok, mgkn nanti akan kumat merokok lagi, yang dulu playboy, mgkn nanti akan kembali menjadi playboy, dan lain sebagainya.
Comment : Inilah mgkn yang sedang dirasakan dari jama’ah da'wah saat ini. Tuntutan terhadap kita selaku kader da’wah adalah dengan memperketat pengawasan diri kita dari perkara-perkara yang hanya kita dan Alloh saja yang tahu. Karena pada saat spt itu, ketika kita menganggap orang lain tidak tahu apa yg kita lakukan, maka akan kita ketahui seberapa tangguhnya kita untuk tidak bermaksiyat kepada-NYA.
Ketika da’wah ini sdh meluas, maka antum berhati-hatilah,…
Ikhwan yang terheran balik bertanya kpd beliau : “Kenapa ya Ust? Da’wah yang sudah meluas kenapa malah kita disuruh berhati-hati?”
Karena ketika da’wah ini sudah meluas, pengawasan-pengawasan dari qiyadah sudah mulai berkurang karena kesibukan dan tenaga yang terbatas. Saat itulah dituntut untuk pengawasan dari diri sendiri.
Dan pada saat itu akan terlihat, mana juru da’wah yang kuat dari jama’ah ini. Yang tetap konsisten dalam da’wahnya.
Yang bisa menjaga diri dari bermaksiyat kpd-NYA.Yang bisa tidak kembali kepada masa-masa sebelum berda'wah.
Karena saat itu akan banyak kader-kader yang kumat, yang dulu biasanya perokok, mgkn nanti akan kumat merokok lagi, yang dulu playboy, mgkn nanti akan kembali menjadi playboy, dan lain sebagainya.
Comment : Inilah mgkn yang sedang dirasakan dari jama’ah da'wah saat ini. Tuntutan terhadap kita selaku kader da’wah adalah dengan memperketat pengawasan diri kita dari perkara-perkara yang hanya kita dan Alloh saja yang tahu. Karena pada saat spt itu, ketika kita menganggap orang lain tidak tahu apa yg kita lakukan, maka akan kita ketahui seberapa tangguhnya kita untuk tidak bermaksiyat kepada-NYA.
Sebenarnya memang lebih nyaman jika dakwah terus dibatasi ruang geraknya hanya pada mereka yang berpendidikan, cerdas, bersemangat dalam beragama, dan lingkungan yang menjunjung obyektifitas. Tapi tidak. Dakwah ini sudah digerakkan sehingga merambah wilayah lain dan meninggalkan zona nyamannya. Hari ini, gerakan dakwah juga ada di lingkungan yang mungkin tidak lebih nyaman dari lingkungannya yang dahulu.
Maka mulailah muncul perbedaan -yang sebenarnya biasa saja- berubah seakan menjadi hal yang luar biasa. Maka muncullah ketegangan yang sebenarnya tak istimewa. Ketegangan yang normal terjadi di setiap fase kemudian berubah menjadi ketegangan yang menghiasi media. Ketegangan biasapun menjadi riuh rendah.
Memang membangun tandhim bukanlah pekerjaan sederhana. Ada banyak hal yang dapat menggagalkannya. Faktanya, beberapa orang yang dahulu bersama-sama di jalan dakwah, sekarang tidak lagi bersama-sama. Ada banyak alasan untuk itu. Ada yang terpisah karena soal harta, ada soal politik, ada soal popularitas, ada yang berpisah karena kepemimpinan, dan ada banyak hal lainnya.
Maka mulailah muncul perbedaan -yang sebenarnya biasa saja- berubah seakan menjadi hal yang luar biasa. Maka muncullah ketegangan yang sebenarnya tak istimewa. Ketegangan yang normal terjadi di setiap fase kemudian berubah menjadi ketegangan yang menghiasi media. Ketegangan biasapun menjadi riuh rendah.
Memang membangun tandhim bukanlah pekerjaan sederhana. Ada banyak hal yang dapat menggagalkannya. Faktanya, beberapa orang yang dahulu bersama-sama di jalan dakwah, sekarang tidak lagi bersama-sama. Ada banyak alasan untuk itu. Ada yang terpisah karena soal harta, ada soal politik, ada soal popularitas, ada yang berpisah karena kepemimpinan, dan ada banyak hal lainnya.
(copast dr For*m Sholah***in)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar