Kamis, 28 Februari 2013

#barublajar ttg 'tak berbalas'

Date: Thu, 28 Feb 2013 01:25:32 -0800 (PST)
Subject: Ngobrol dengan ***** *** *******
To: *******************@gmail.com

saya: buk
saya: cuy
saya: ayolah kita ngobrol (lagi) seperti biasa
saya: aku bukan monster setelah menikah
saya: dan tau ga'
saya: sebenernya ini adalah latihan sebelum menikah
saya: latihan mengkomunikasikan keinginan
saya: karena
saya: menikah itu,,, saat dimana kita harus berkomunikasi secara baik dg suami kita buk
saya: kadang
saya: kita harus bermuka cerah walau hati gerimis
saya: kadang kita harus ikhlas, ridho, kuat
saya: dg ujian yang kita hadapi
saya: kita harus kuat
saya: kita harus kokoh
saya: menjadi istri, di balik suami yg luar biasa
saya: kita gak boleh menyek2
saya: kita harus tegar
saya: dan yang pasti, kita harus pandai pandai menjaga aib suami kita
saya: menjaga aib keluarga kecil kita
saya: ayolah buk
saya: kita ngobrol seperti biasa
saya: anti ga mau berbbagi pikiran lagi
saya: sekarang buktinya justru anti yang menjauh
saya: ane udah berusaha mendekat
saya: anti malah kabur
saya: mana dewasanya
saya: katanya mau nikah
saya: katanya mau punya suami
saya: harus bisa berbagi
saya: berbagi rasa
saya: berbagi sedih
saya: berbagi bahagia
saya: yang ketika bahagia gaboleh lebay, kita tampakkan berlebihan,
saya: yang ketika sedih, kita harus tetap berwajah ceria
saya: yang kadang kita sebel dg suami, tapi juga rindu
saya: yang kadang kita ngerasa, ga peka banget sih, tapi mgkin kita aja yg lebay
saya: itu semua
saya: karena kurang komunikasi
saya: ayolah buk
saya: ayo buk
saya: kita harus mulai lagi hubungan kita dulu
saya: kenapa anti harus menghindar?
saya: apa anti merasa dikhianati?
saya: atau justru anti yang berkhianat?
saya: ayolah buk
saya: ayolah
saya: apa harus ane kopiin percakapan kita
saya: ke grup D******
saya: percakapan satu arah ini
saya: ke grup yang entah, apakah masih ada nyawanya atau nda
saya: apa aku harus teriak2 lagi ke grup
saya: nanyain kabar saudariku yg satu ini
saya: apa memang sudah tak tersisa lagi ruang di hatimu,,untukku, saudari childis,usil, gilamu ini?
saya: hmm..
saya: baiklah..
saya: hanya ingin tetap saling mengingatkan
saya: kita udah ga pernah ketemu
saya: kita udah lama ga bersua, saling bersapa,saling berbincang lagi
saya: seperti dulu
saya: apkah mungkin terlalu dalam luka yg telah kubuat?
saya: hmm..
saya: kalau bgitu saya mohon maaf
saya: atas smua khilaf
saya: dan juga mohon maaf
saya: atas kesalahan yang belum kuperbuat
saya: seriusan
saya: ana, saya, aku, (udah gabiasa lagi terucap) hanya ingin satu
saya: kebaikan kita bersama
saya: dan kebersamaan kita yang baik
saya: ingin rasanya kita bisa bersalaman di surga
saya: saling menyapa dan menanyakan kabar di sana
saya: mungkin tingkatan surgamu sudah jauuuuh di atasku
saya: tapi aku tetap berhak kan, menanyakan kabarmu di sana
saya: mungkin juga anti bisa minta ijin kpd Allah supaya kita boleh janjian, di surga tingkat berapa
saya: bener2 ingin ketemu
saya: --semoga--
saya: tapi sekarang kita masih di dunia,
saya: tempat dmana Allah masih berikan kita kesempatan seluas2nya
saya: untuk beramal
saya: maka aku ingatkan
saya: agar aku bisa menunaikan hakmu
saya: saudariku
saya: bahwa menikah itu
saya: yg mungkin ketika hari H
saya: banyak yg berbahagia
saya: datang
saya: mereka itu,,mereka smua itu, bahkan ayah ibu
saya: hanya mengantarkan ke gerbang
saya: hanya gerbang pernikahan
saya: dan yang masuk,, ya antum berdua
saya: yang menjalani ya antum berdua
saya: yang merasakan onak, duri, kerikil, batu karang
saya: ya antum berdua
saya: tentunya harus melibatkan Allah juga
saya: nah, maka dari itu
saya: ini, pernikahan ini
saya: ga main2
saya: ga bisa cuma pingin aja
saya: tanpa persiapan
saya: yang palin penting adalah persiapan rasa
saya: ruhiyah
saya: dan keluwesan memanaj perasaan
saya: berat, tapi bukan mustahil
saya: kelak anti akan mengetahui
saya: tapi
saya: sekarang
saya: mumpung belum
saya: masih bisa berlatih kan
saya: ayolah
saya: jadikan aku
saya: sebagai ajang latihan mu
saya: dalam berkomunikasi
saya: karena kelak,, terkadang, lidah jadi kelu untuk mengungkapkan
saya: sesuatu yang bahkan itu adalah hakmu
saya: kita kan gamau kan jadi istri penuntut
saya: maunya jadi istri shalihah
saya: hmm..
saya: baiklah
saya: saya kira
saya: cukup sampai di sini
saya: (untuk hari ini)
saya: jika memang kurang berkenan,, oflen aja
saya: wasap juga
saya: :D
saya: tapi ya
saya: sebenernya
saya: berharap tidak satu arah gini
saya: emang ceramah
saya: tapi..eniwey
saya: seperti apapun anti dan seperti apa hari2 yang tlah kita lalui
saya: diriku snantiasa bersyukur
saya: Allah tlah anugerahkan engkau
saya: menjadi saudariku
saya: walau sekarang hubungan kita agak..yaa..gatau juga ya..sehat atau nda
saya: baik
saya: wassaalamualaikum
saya: warahmatullah
saya: wabarakatuh
saya: fii amanillah
saya: maannajah
saya: ma'assalamah
saya: barokallah



------------disarikan dari kisah nyata, percakapan satu arah, di sebuah jejaring sosial-------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar